Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Penyebab Loss Saat Trading Forex


Apakah kamu pernah loss dalam trading forex? Pastinya semua trader pernah mengalami loss dalam tradingnya. Namun bagaimana jika loss itu membuat kamu stres dalam melakukan trading? Mungkin sebab sebah dibawah ini yang membuat trading forex kamu loss terus.

10 Penyebab Loss Saat Trading Forex

 1. Berspekulasi

Penyebab pertama loss saat trading yaitu, berspekulasi. Kamu pasti menganggap trading sama dengan judi yang penuh spekulasi. Kamu bertindak dengan mengandalkan insting dan feeling semata. Duh, kamu salah besar.

Saya ingin menekankan “Trading bukan Judi”. Jadi jangan perlakukan trading seperti bermain tebak-tebakan. Trading perlu analisa dan perhitungan juga. Ingat itu!


 2. Trading Tanpa Perencanaan

Penyebab loss saat trading forex berikutnya adalah trading tanpa perencanaan. Trading tanpa perencaan jadi faktor terbesar kedua yang menyebabkan para trader pemula loss. Saya pernah membaca sebuah tulisan yang berisi pepatah, “failing to plan is planning to fail.”

Pada materi strategi trading, saya pernah menyarankan langkah untuk mencapai kesuksesan trading. Salah satu langkah mencapai kesuksesan dalam trading forex adalah membuat rencana (trading plan) dan mengeksekusi rencana yang telah ditetapkan.

Sederhana bukan? Saya tahu realitanya tidak semudah itu. Kamu perlu belajar membuat teknis perencanaan. Lalu belajar disiplin menerapkan rencana yang telah dibuat.


 3. Kontrol Emosi

Berapa usia kamu sekarang? 20-an, 30-an, 40-an, atau 50-an. Mengapa saya menanyakan usia kamu? Karena usia mempengaruhi kematangan emosional. Memang tidak ada jaminan semakin bertambah usia kamu, maka semakin matang pola kontrol emosi kamu.

Saya merasa perlu mengacungkan jempol untuk anak muda yang sudah bisa mengontrol emosi dengan baik.

Penyebab kamu loss saat trading fores sebagian besar disebabkan kurangnya kontrol emosi. Trading bisa diibaratkan seperti sebuah permainan yang 90% mengandalkan emosi. Apapun metode dan strategi kamu, jika tiba-tiba kamu merasa Fear (takut) atau greedy (tamak) semuanya akan sia-sia. Nah, para trader pemula biasanya terjebak kedua emosi ini, fear dan greedy.


 4. Trading Berlebihan

Ingat kata pepatah ‘lakukan semua sewajarnya dan sepantasnya saja”. Pepatah ini sangat cocok dan tepat untuk kamu resapi.

Penyebab kamu loss saat trading yaitu karena trading berlebihan atau terlalu sering memasuki pasar. Baik trading dalam nominal kecil maupun besar, hendaknya kamu jangan beberlebihan. Beberapa pengalaman klien saya menunjukan bahwa mereka sering tergoda tergoda melakukan transaksi yang tidak menguntungkan sekalipun saat terlalu sering memasuki pasar.

Saya bisa memahami kalau kamu ingin untung besar. Tapi kamu perlu berpikir ‘apakah target keuntungan yang saya rencanakan sudah realistis?’ Kunci trader sukses menurut saya ‘pasang target realistis dan lakukan transaksi realistis’

Jesse Livermore pernah mengatakan, “Don’t try to play the market all the time. It can’t be done, too tough on the emotions.“


 5. Kecanduan Trading

Apa yang kamu rasakan saat membuka posisi? Cemas. Tertekan. Jantung berdegup kencang. Keringat dingin.

Apa yang kamu rasakan saat menutup posisi? Bahagia karena profit. Sedih karena gagal atau loss. Stress. 

Lalu, apakah kamu akan melakukan transaksi lagi? Bisa jadi ya. Bahkan tidak sekali transaksi, kamu akan melakukan beberapa kali transaksi lagi.

Dititik ini, kamu sudah merasa terpacu. Ingin mencoba lagi dan lagi. Mau profit ataupun loss, kamu ingin trading terus-menerus. Kamu sudah tidak melihat jurnal trading, tidak menghitung kecukupan modal. Pokoknya kamu bisa trading terus. lagi dan lagi. Selamat! Kamu mulai kecanduan. 

Kegiatan trading, sama saat kamu melihat social media, menghasilkan suatu hormon tertentu di otak. Dopamin. Trading merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Tak hanya dopamin, otak kamu juga dipenuhi hormon adrenalin. Dengan jangka waktu perdagangan yang pendek dan pasangan mata uang yang mudah berubah, pasar bisa bergerak cepat sehingga memicu adrenalin.

Ya, trading bisa memicu hormon dopamin dan  adrenalin. Kedua hormon inilah yang memicu kamu kecanduan.


 6. Minim Manajemen Resiko

Salah satu keuntungan terbesar dari trading forex yaitu adanya leverage (daya ungkit) akun yang tinggi. Adanya leverage membantu kamu yang memiliki modal terbatas di awal. 

Memiliki modal yang cukup pada akun trading Anda memang meningkatkan potensi keuntungan jangka panjang trader secara signifikan. Selain itu, juga menurunkan tekanan psikologis yang ada saat trading.

Investasi bermodal besar baik yang menggunakan leverage atau modal sendiri tetap memerlukan strategi manajemen risiko yang baik. Lalu, bagaimana manajemen resiko modal yang cukup?

Semisal volume minimum trading forex yang biasanya ditawarkan oleh broker adalah 0,01 lot (lot mikro). 0,01 lot tersebut setara dengan 1.000 unit mata uang dasar yang diperdagangkan.

Untuk trader pemula, trading dengan modal lebih dari ini dapat meningkatkan resiko. Jadi kamu bisa mengurangi  risiko dengan cara melakukan trading dengan volume kecil. Selain itu, kamu juga perlu melakukan penempatan stop loss. Pada umumnya, trader pemula mengambil risiko tidak lebih dari 1% dari modal mereka per trading.

Menyeimbangkan leverage dengan hati-hati saat trading volume yang lebih rendah merupakan cara yang baik untuk memastikan bahwa akun Anda memiliki modal yang cukup untuk jangka panjang.

Buruknya managemen resiko kamu bisa jadi penyebab loss saat trading forex. Jadi hati-hatilah. 

 7. Tidak Beradaptasi Dengan Kondisi Pasar

Menurutmu apa yang membedakan trader pemula dan trader berpengalaman? Satu hal. Adaptasi dengan kondisi pasar.

Ketidakmampuan beradaptasi dengan kondisi pasar jadi salah satu penyebab kamu berpotensi gagal atau loss. 

Ingat! Pasar itu dinamis dan tidak statis. Kamu harus terus mengembangkan kemampuan untuk bisa beradaptasi dengan pelbagai perubahan. Apapun dan kondisinya.

Apalagi seperti yang kamu ketahui, pasar forex begitu volatile dan fluktuatif. Pasar bisa dengan cepat bereaksi atas kebijakan moneter dan fiskal, ataupun isu politik terbaru. Ada dampak yang tidak terhindarkan pada permintaan dan penawaran untuk masing-masing mata uang.

Kamu tidak bisa mengandalkan satu strategi trading yang sebelumnya telah berhasil terus menerus. Kamu perlu menyusun strategi alternatif lainnya. Hal inilah yang dilakukan trader berpengalaman.


 8. Ekspetasi Tidak Realistis

Pernah menerima ajakan seperti ini, ”Mau kaya cepat tanpa resiko? Tradingkan uang kamu tanpa perlu takut loss. Hanya dengan menyetorkan 20 juta sekali saja, uang kamu bisa profit konsisten sebesar 10% setiap bulan dari market forex. Kamu tinggal duduk tenang. Kami yang tradingkan. Segera gabung bersama kami!”

Duh, aduh. Masih ada gimmick seperti ini hari gini. Promosi seperti ini bisa jadi penipuan. Ingat, kata-kata seperti kaya instan, kaya cepat, tanpa resiko merupakan ekspetasi yang tidak realistis. Salah satu penyebab loss saat trading, kamu minim manajemen resiko dan cenderung berekspetasi yang tidak realistis.

Trading forex bukanlah skema bisnis cepat kaya. Kamu tidak bisa mendulang profit hanya dengan duduk manis berpangku tangan. Trading Forex diibartkan seperti lari maraton. Keberhasilan trading forex perlu upaya berulang dan berkesinambungan. Jaga ekspetasi dan manajemen resikomu. 


 9. Tidak belajar dari kesalahan

Menurutmu apa yang menyebabkan seorang trader bisa loss terus-menerus? Loss pertama kali buat saya masih wajar. Loss kedua dan ketiga mungkin kamu sedang mempelajari strategi trading yang tepat.

Namun, loss lebih dari lima kali secara terus-menerus buat saya cukup aneh. Itu artinya kamu tidak mengevaluasi proses trading sebelumnya. Kamu tidak mencoba belajar dari kesalahan. Kesalahan ini biasanya dilakukan para trader pemula.

Saya jadi mengingat petuah presiden pertama Republik Indonesia Soekarno yang terkenal. Bung Karno pernah berkata dalam pidato kepresidenan yang terakhir pada 17 Agustus 1966, “Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah!”

Pengalaman sekecil apapun bisa kamu anggap sejarah hidupmu. Maka mari tengok dan renungkan kembali makna didalam peristiwanya.

Pengalaman loss bertubi-tubi merupakan sebuah sejarah yang patut kamu renungin. semua informasi bisa kamu temukan disana sebagai bahan pembelajaran. apapun kesalahan yang terjadi pada pola trading anda saat ini, diharapkan kamu tidak melakukan hal yang sama kedepannya.  


10. Keras Kepala

Penyebab loss terakhir ini paling saya tidak sukai. Salah satu yang menjadi penyebab loss saat trading forex yaitu keras kepala. Terutama terkait strategi dan pola yang tepat.

Sejujurnya saya tidak menyukai orang yang keras kepala. Kamu perlu ketahui, tidak ada ada satupun strategi dan metode trading yang sempurna. Namun, tidak sedikit trader pemula yang sibuk mencari strategi dan metode yang profitable dari trader lainnya. Kamu sibuk memperumit hal tersebut.

Selain hanya membuang waktu yang anda miliki hal tersebut juga dinilai tidak akan efektif mengingat setiap trader mempunyai variable yang berbeda dari segi modal hingga kemapuan penanganan resiko. Semakin banyak banyak anda mencari trading plan yang sempurna maka akan semakin bingung anda untuk mengaplikasikannya.

Saya jadi teringat sebuah kata-kata, “remember keep it simple stupid!”

Kamu cuma perlu memahami apa yang mampu kamu lakukan. Kerjakan apa yang kamu pahami. Kuncinya semakin sederhana strategy trading kamu miliki, semakin mudah kamu memahaminya.


Apakah kamu sudah memahami 10 penyebab loss saat trading forex? Jika ada yang belum kamu pahami, beritahu saya. Saya akan membantu menjelaskannya secara lebih mudah kepadamu.

Apakah penyebab rugi hanya 10 hal tersebut? Tentu tidak. Setiap trader memiliki masalah personalnya masing-masing. Setiap kasus yang saya temui sangat unik. Untuk itu, kalau kamu memiliki kasus tersendiri, kamu bisa berkonsultasi dengan saya. Saya siap membantumu.
Dadi Supriyadi
Dadi Supriyadi Hello, nama saya Dadi Supriyadi. Saya tinggal di Indramayu, kegiatan sehari-hari trading di bursa berjangka dan menjalankan usaha pertanian.

Posting Komentar untuk "10 Penyebab Loss Saat Trading Forex"